Rabu, 14 Februari 2018

Kelebihan dan Kelemahan Kurikulum 2013

Kelebihan dan Kelemahan Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 adalah Kurikulum yang berlaku dalam sistem pendidikan di Indonesia. Kurikulum 2013 merupakan tahapan penyempurnaan pengembangan kurikulum yang telah ada sebelumnya  yaitu  kurikulum KBK dan KTSP. Kurikulum 2013 ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kompetensi pengetahuan,sikap dan keterampilan secara seimbang dan berjalan secara integratif.
Kelebihan Kurikulum 2013
1. Kurikulum 2013 ini menjadikan peserta didik  lebih aktif, kreatif dan inovatif. Yang membandingkan kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya yaitu materi  pada kurikulum ini lebih ke pemecahan masalah. Jadi peserta didik  akan menjadi aktif mencari informasi agar tidak ketinggalan mengikuti materi pembelajaran. Pembelajaran yang dulunya “diberi tahu” sekarang bergeser dengan pembelajaran peserta didik “aktif mencari tahu”.
2.  Pada kurikulum 2013 ini menggunakan pendekatan yang bersifat alamiah (kontekstual) karena berfokus dan bermuara pada hakekat peserta didik merupakan subjek belajar dan proses belajar berlangsung secara alamiah dalam bentuk bekerja dan mengalami berdasarkan kompetensi tertentu, bukan transfer pengetahuan.
3.   Munculnya pendidikan karakter dan pendidikan budi pekerti yang telah diintegrasikan kedalam semua program studi  dalam penerapan kurikulum 2013 ini  yaitu melalui pengembangan kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi diharapkan mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga dapat terwujud dalam perilaku sehari-hari.
4.    Pada kurikulum 2013 terdapat penambahan jam pembelajaran Agama.  Dengan penambahan jam belajar ini, diharapkan dapat membentuk karakter dan moral peserta didik menjadi lebih baik.
5.    Kurikulum 2013 ini mengaharuskan adanya remidiasi secara berkala. Dengan adanya remediasi ini guru mampu melihat perkembangan kemampuan dari setiap peserta didik.
Kelemahan Kurikulum 2013
Dalam menerapkan kurikulum 2013 ini masih banyak guru yang belum memahami cara penerapannya baik konsepnya, penyusunannya maupun prakteknya di lapangan. Hal ini disebabkan karena sosialisasi Kurikulum 2013 masih belum terlaksana secara menyeluruh. Maka dari itu penerapan kurikulum 2013 ini belum diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia karena Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan Kurikulum 2013 pada satuan pendidikan yang ada dan masih rendahnya kualitas guru dan sekolah. Selain itu juga kurangnya pemahaman guru terhadap pendekatan saintifik.   



Hakikat Pembelajaran, Desain Pembelajaran, Analisis Kebutuhan, dan Analisis Karakteristik Siswa

1.      Hakikat Pembelajaran A.  Pengertian Pembelajaran       Menurut Ahmar (2012: 10) Pembelajaran adalah proses interaksi peserta d...